Menelusuri Jejak Jajan Autentik dari Myeongdong hingga Pojangmacha
Wisata Kuliner Malam di Seoul: Menelusuri Jejak Jajan Autentik dari Myeongdong hingga Pojangmacha
Ketika matahari terbenam dan lampu-lampu neon kota Seoul mulai menyala, denyut kehidupan Negeri Ginseng justru terasa semakin hidup. Bagi para pelancong, malam hari di Seoul adalah waktu emas untuk memanjakan lidah. Udara malam yang sejuk paling pas disandingkan dengan aroma gurih panggangan daging, tusukan jeroan berkuah hangat, dan manisnya kudapan tradisional yang mengepulkan uap panas.
Jelajah kuliner malam (street food) di Seoul menawarkan pengalaman budaya yang sangat autentik. Mulai dari deretan tenda pasar malam modern berlampu terang di Myeongdong, hingga tenda oranye ikonik khas jalanan (Pojangmacha) yang sering kamu lihat di drama Korea, semuanya memiliki keunikan tersendiri.
Yuk, siapkan perutmu dan mari kita telusuri jejak jajan malam paling hit dan autentik di Seoul!
1. Surga Street Food Modern: Myeongdong Night Market
Kawasan Myeongdong tidak hanya terkenal sebagai pusat belanja produk kecantikan (skincare), tetapi juga merupakan salah satu destinasi wisata kuliner malam paling populer bagi wisatawan mancanegara. Setiap sore sekitar pukul 17.00, jalanan pejalan kaki di Myeongdong berubah menjadi deretan gerobak jualan yang rapi dan menggugah selera.
-
Keunggulan: Tampilannya sangat menggugah selera, mudah ditemukan di pusat kota, dan penjualnya sangat terbiasa melayani wisatawan asing (banyak yang menyediakan petunjuk dalam Bahasa Inggris).
-
Kisaran Harga: Mulai dari 3.000 KRW hingga 15.000 KRW per porsi (tergantung bahan makanan yang dipilih, seperti olahan seafood premium).
2. Pengalaman Otentik ala Drakor: Merasakan Pojangmacha (포장마차)
Bagi kamu yang ingin merasakan atmosfer kehidupan malam lokal warga Seoul setelah pulang kerja, datanglah ke Pojangmacha—tenda kain terpal berwarna oranye atau merah yang berdiri di pinggir jalan.
Lokasi Pojangmacha Ikonik di Seoul:
-
Jongno 3-ga (Pojangmacha Street): Deretan tenda jalanan paling legendaris. Begitu malam tiba, trotoar di sepanjang pintu keluar Stasiun Jongno 3-ga dipenuhi tenda-tenda yang menyajikan hidangan hangat.
-
Euljiro (Nogari Alley): Terkenal dengan suasana santai outdoor-nya di mana warga lokal berkumpul sambil menikmati camilan malam dan hidangan laut kering.
Menu Kuliner Khas Pojangmacha:
-
Dak-gkochi (닭꼬치): Sate ayam berbumbu pedas manis yang dipanggang di atas arang.
-
Tteokbokki & Sundae: Kombinasi kue beras pedas dan sosis darah/olahan isi (bisa diganti olahan jeroan lainnya).
-
Anju / Camilan Pendamping: Berbagai tumisan kerang, gurita (Naji-bokkeum), hingga paha ayam (Dak-bal) pedas.
3. Alternatif Wisata Kuliner Tradisional: Gwangjang Market
Jika kamu mencari kuliner malam dengan cita rasa tradisional legendaris yang sudah bertahan puluhan tahun, Pasar Gwangjang (Gwangjang Market) adalah jawabannya. Pasar tertutup yang didirikan sejak tahun 1905 ini menjadi tempat bertemunya para pencinta kuliner autentik.
-
Bindaetteok (빈대떡): Pukis/mendoan khas Korea berbahan dasar kacang hijau yang ditumbuk halus, dicampur sayuran, lalu digoreng garing di atas wajan datar.
-
Mayak Gimbap (마약김밥): Gimbap berukuran mini yang digulung minyak wijen dan disajikan dengan saus mustard khas. Saking lezat dan bikin ketagihan, kata "mayak" (yang berarti candu) disematkan pada nama makanan ini.
-
Kalguksu (칼국수): Mi potong tangan dengan kuah kaldu sapi atau kaldu ikan yang gurih dan menenangkan perut di malam hari.
4. Tips Nyaman Berburu Kuliner Malam di Seoul
-
Siapkan Uang Tunai (Cash Won): Walaupun sebagian besar toko di Korea menerima pembayaran digital/kartu, beberapa penjual gerobak street food skala kecil atau pojangmacha tradisional lebih menyukai pembayaran menggunakan uang tunai (Won).
-
Cek Keterangan Makanan (Bagi Pekerja/Wisatawan Muslim): Jika kamu mencari kuliner ramah Muslim, pilih olahan berbahan dasar seafood, eomuk (otak-otak ikan), gyeran-ppang, atau buah-buahan segar.
-
Manfaatkan Aplikasi Peta Lokal untuk Navigasi: Gunakan Naver Map untuk mencari rute subway atau bus malam (Olba-mi Beoseu) menuju lokasi pasar malam agar kamu tidak bingung saat hendak kembali ke penginapan.
Persiapkan juga pengeluaran harian dan logistik tokomu dengan membaca panduan lengkapnya di Tips Liburan Hemat ke Korea Selatan: Bisa Jalan-Jalan Puas dengan Budget Minimal! serta pastikan koneksi internetmu aman terpasang melalui panduan di Tips Hemat Liburan ke Korea: Trik Lolos Visa dan Internetan Murah Pakai eSIM.
Pertanyaan yang Sering Muncul
Sampai jam berapa biasanya jajanan malam di Myeongdong dan Pojangmacha beroperasi?
Pasar malam street food di Myeongdong biasanya beroperasi hingga pukul 22.00 atau 23.00 malam. Sedangkan tenda-tenda Pojangmacha di kawasan Jongno atau Euljiro umumnya tetap buka lebih lama, yaitu hingga pukul 02.00 hingga 04.00 pagi.
Apakah makan di Pojangmacha tergolong mahal?
Harga hidangan di Pojangmacha cukup terjangkau, rata-rata berkisar antara 8.000 KRW hingga 18.000 KRW per porsi hidangan piringan. Tempat ini sangat cocok dikunjungi bersama teman untuk saling berbagi (sharing) beberapa porsi menu makanan.
Wisata kuliner malam di Seoul bukan sekadar urusan mengenyangkan perut, melainkan jendela untuk merasakan langsung kehangatan, dinamika, dan kebudayaan harian warga lokal Korea Selatan. Dari manisnya roti telur Myeongdong hingga kehangatan kuah eomuk di tenda Pojangmacha, perjalanan kulinermu dipastikan akan dipenuhi kenangan manis!
Ingin tahu tips perjalanan, panduan visa, dan rekomendasi tempat wisata menarik di Korea Selatan lainnya? Jelajahi berbagai artikel panduan lengkap hanya di ubtepstopikkorea.com!